Ads 468x60px

Jumat, 14 Desember 2012

RESEP BAKSO MERCON

 

Bahan Bakso:
300 gram daging sapi
2 sdm bawag putih goreng
2 sdm bawang merah goreng
½ sdt merica bubuk
1 sdt garam
60 gr tepung sagu atau bisa diganti dengan kanji
60 gram es batu yang sudah diremuk

Bahan Isi/Mercon:
300 gr daging ayam cincang
6 butir bawang putih cincang halus
6 butir bawang merah cincang
1 sdt garam
½ sdt merica
150 gr cabai rawit merah, dikukus dan diblender halus

Cara membuatnya:

Isi/ mercon:
Tumis bawang merah dan bawang putih cincang sampai layu. Kemudian masukkan cabai rawit yang sudah diblender, tambahkan garam dan merica lalu aduk hinga rata. Terakhir masukkan cincangan daging ayam, aduk rata, tambahkan sedikit aiar dan masak hingga ayamnya matang dan airnya habis. Sisihkan.

Bakso:
Campur semua bahan ke dalam food processor lalu giling hingga halus dan rata, tambahkan es batu lalu giling kembali hingga tercampur rata.
Panaskan air dalam panci hingga air hampir mendidih. Setelah air hampir mendidih, mulai bulat-bulatkan bakso. Letakkan sedikit adonan bakso pada telapak tangan, tambahkan isi, lalu bulat-bulatkan dengan sendok dan masukkan ke dalam air yang seudah setegah matang tadi. Lakukan terus hinga adonan habis. Kemudian tutup panci dan tunggu hingga bakso mengapung pertanda sudah matang.
Nah setelah ditirskan, bakso Mercon siap disantap dengan menggunakan saos tomat atau saos sambal. Atau kalau anda penggemar mie, bisa anada jadikan capuran membuat mie atau masakan tumisan lainnya.

BAKSO YANG MENGGUNAKAN DAGING BABI

Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat kembali menemukan bakso eceran yang menggunakan daging babi. Bakso yang bermerek Planetaria 56 ditemukan di Pasar Tomang Barat dan Pasar Puri Kembangan, Jakarta Barat.

"Setelah kita uji lab, bakso yang mereknya Planetaria 56 memang mengandung daging babi. Jadi, akan kita tarik dari pasaran untuk sementara," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Penertiban Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat, Moris Parlindungan Sihombing, Jumat (14/12/2012).

Ia melanjutkan, inspeksi dadakan bakso yang mengandung daging babi dilakukan di dua pasar dengan membawa mobil laboratorium dari Jakarta Timur. Kemarin, bakso dari enam pasar di Jakarta Barat sudah melakukan pemeriksaan laboratorium.

Hari ini, sidak dilakukan langsung di pasar agar bisa memanggil penjual yang menjual bakso dengan kandungan daging babi. Ia menambahkan, dengan menjual bakso daging babi tanpa memberikan keterangan, dapat dikenakan undang-undang perlindungan konsumen. Sumber pemasok bakso dengan campuran daging babi akan terus ditelusuri untuk mencegah beredarnya bakso dengan daging babi.

Kusniati Odilia, dokter petugas Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner, mengatakan, jangka waktu pemeriksaan bakso mengandung daging babi atau tidak dapat diketahui dalam waktu 10 menit. Cara mengetahui bakso tercampur daging babi yaitu dengan mencincang bakso sampai halus, kemudian dicampur dengan cairan aqua bidestil.

Setelah itu, tes kit dicelupkan ke dalam campuran bakso cincang dan cairan. Dalam waktu 5 menit, bakso sudah diketahui positif mengandung daging babi atau tidak.

Ia melanjutkan, dalam sidak ini, ada bakso bermerek Monalisa, Kebon Jeruk, Planetaria 56, dan bakso-bakso tidak memiliki merek yang diperiksa oleh Sudin Peternakan. Dari semua bakso yang diperiksa, hanya merek Planetaria 56 yang mengandung daging babi.

BAHAYA BAKSO YANG MENGGUNAKAN BORAK

Bahaya Bakso yang Mengandung Boraks

Menurut Maringan,Rhodamin B zat warna sintesis yang umumnya digunakan mewarnai kertas,tekstil atau tinta.Penyalahgunaan zat ini, ditemukan pada krupuk, terasi, es atau minuman dan panganan jajanan berwarna merah. Rhodamin B ini,papar dia,bersifat karsinogenik dapat menyebabkan kanker dan dalam kondisi konsentrasi tinggi menyebabkan kerusakan hati.


Demikian halnya, tutur Maringan, pada boraks yang bersifat septik dan biasanya digunakan dalam pembuatan deterjen. Penggunaan produk tidak sesuai peruntukkannya tersebut, ditemukan diantaranya pada mie basah, bakso, kerupuk dan panganan jajanan.

Maringan menambahkan, untuk penggunaan boraks pada makanan bisa menyebabkan, mual, nyeri perut bagian atas, diare, mengantuk, demam,sakit kepala,iritasi saluran pencernaan, hingga kerusakan ginjal.

Akibat mengonsumsi boraks akan muncul tanda-tanda akut seperti muntah, diare, merah dilendir, konvulsi dan depresi SSP (Susunan Syaraf Pusat). Gejala dan tanda kronisnya,nafsu makan menurun, gangguan SSP; bingung dan bodoh, anemia, rambut rontok dan kanker.

”Kebanyakan produk itu bisa dijumpai di pasar tradisional, olehnya masyarakat diminta berhati-hati dan teliti jika membeli produk pangan.

Harus selalu memperhatikan komposisi kandungan produk itu, sebelum membelinya, ”tandasnya. Boraks adalah serbuk kristal putih, tidak berbau, dan larut dalam air.Bahan ini biasa dipakai sebagai pengawet kayu, antiseptic kayu, dan pengontrol kecoa. Boraks sangat berbahaya terhadap kesehatan karena diserap melalui usus,kulit yang rusak dan selaput lendir. Boraks yang merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus, misalnya bakso dan kerupuk.

Kenapa bakso dan kerupuk menggunakan boraks? Jika dicampurkan dengan bakso, akan memiliki kekenyalan khas yang berbeda dari kekenyalan bakso yang menggunakan banyak daging. Bakso yang mengandung boraks sangat renyah dan tahan lama. Sementara kerupuk kalau digoreng akan mengembang dan empuk, teksturnya bagus dan renyah.

Terpisah, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulsel Zohra Andi Baso menyatakan,temuan itu harus segera disosialisasikan ke masyarakat sampai ke pelosok desa, supaya bisa dijadikan acuan dalam membeli produk pangan. Dia mengimbau bagi masyarakat yang menemukan produk tersebut segera menginformasikan ke instansi terkait supaya bisa dilakukan tindakan.

”Produsen yang memproduksi panganan mengandung bahan berbahaya itu harus diberikan tindakan tegas agar tidak memproduksi dan mendistribusikan produknya lebih banyak lagi ke konsumen.

Dan menjadi kewajiban BPOM dan Pemerintah menyebarluaskan informasi,”harapnya. Yang tidak kalah membahayakan adalah formalin.Formalin adalah berupa cairan dalam suhu ruangan, tidak berwarna, bau sangatmenyengat, mudahlarutdalam air dan alkohol. Bahan ini dipergunakan sebagai desinfektan, cairan pembalsem, pengawet jaringan, pembasmi serangga dan digunakan di indutri tekstil dan kayu lapis.

Akibatnya jika digunakan pada pangan dan dikonsumsi oleh manusia akan menyebabkan mual,muntah, perut perih, diare, sakit kepala, pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit membiru, hilangnya pandangan,kejang,koma dan kematian.